Minggu, 03 Maret 2013

Berbekal Niat

Saya dan ketiga temen gue (Unun, Ucid, Sopwan) berniat mengunjungi kota Malang sebelum perkuliahan dimulai.

Hari itu adalah hari Jum'at, 22 Februari 2013. Saya dan ketiga temen saya yang sudah berbekal niat dan tekad untuk berangkat ke kota malang, berkumpul di stasiun Solo Jebres pada pukul 22.00 WIB. Hati kami sangat senang, kami akan berangkat menggunakan kereta mataremaja pada hari Sabtu, 23 Februari 2013 pukul 00.45 WIB dan akan tiba di kota tujuan pada pukul 07.45 WIB.
Tak terasa pukul 00.30 WIB pun tiba, kami pun bersiap-siap menaiki kereta mataremaja meskipun keretanya belum tiba. Detik demi detik berlalu, menit demi menit pun berlalu namun kereta yang kami tunggu pun tak kunjung tiba :" Karena kami menaiki kereta ekonomi, kami masih memaklumi kalau keretanya terlambat dalam waktu yang tidak lama. Tak terasa, kami pun terlelap di kursi yang berada di ruang tunggu. Hari pun telah berganti dan akan memasuki waktu subuh, namun kereta yang kami tunggu pun tak kunjung datang. Akhirnya salah dua diantara kami (saya dan ucid) menanyakan kepada petugas mengenai keberadaan kereta yang sedang kami tunggu, ternyata kereta yang kami tunggu-tunggu sedang terjebak banjir di Semarang dan petugasnya berkata, "kira-kira pukul 07.00 WIB keretanya akan tiba di Solo Jebres". Karena kami merupakan orang-orang yang sabar dan berjiwa besar *eaaaa* kami pun tetap menunggu kereta itu datang. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 WIB, namun kereta pun tetap tak kunjung datang.
Karena kami merupakan mahasiswa psikologi yang telah diajarkan mata kuliah PD 1, dimana kami belajar untuk mengobservasi psikologis orang-orang di sekitar, kami pun memperhatikan sekumpulan laki-laki yang kelihatannya merupakan pendaki dan terlihat memiliki tujuan menuju kota yang sama. Setelah mengobservasi sekumpulan laki-laki tersebut, didapatlah kesimpulan bahwa mereka menukarkan tiket kereta mataremaja dengan tiket kereta Sri Tanjung, akhirnya kami pun mengikuti cara mereka.
Setelah mendapatkan tiket kereta Sri Tanjung dengan tujuan Kertosono *daerah yang tidak diketahui oleh satu orang pun dari kami*, kami pun menaiki kereta tersebut. Empat jam telah berlalu, kami pun tiba di stasiun Kertosono. Berbekal mulut yang tidak pernah lepas dari tubuh kami, kami bertanya kepada orang-orang *entah itu pedagang, petugas kereta ataupun orang asing* yang lewat di sekitar kami, kami pun mendapatkan cara melanjutkan perjalanan menuju kota malang. Kami pun segera menuju baris antrian untuk membeli tiket kereta yang akan mengantarkan kami ke kota malang. Namun, tak ada jalan yang tak terjal. Kami pun kehabisan tiket kereta yang akan mengantarkan kami ke kota malang. Kami pun speechless, hopeless, dan sedetik terdiam dan membisu. Detik itu, pikiran kami sama "Kami akan terdampar di daerah yang tidak kami ketahui sama sekali".
Salah seorang dari kami, Ucid, teringat dengan tiket kereta mataremaja yang akan kami naiki untuk kembali ke Solo pada hari esok. Ucid pun kembali optimis dan tetap semangat untuk menanyakan cara agar kami bisa tiba di kota malang. Akhirnya kami pun ditolong oleh dua orang ojek yang berada disana.
Dari stasiun Kertosono kami diantar ke jalan raya-naik bus Sumber Selamat menuju terminal Jombang-naik bus Puspa Indah menuju malang.
Tiga jam berlalu, setelah kami tertidur di bus Puspa Indah yang mengantarkan kami ke terminal malang, akhirnya kami pun sampai di kota malang :')
Kemudian kami naik angkot menuju wisma yang baru kami pesan pada hari itu juga dan Alhamdulillah kami mendapatkan wisma yang murah walaupun tempatnya di batu malang bukan kota malang o:)Di perjalanan menuju wisma, kami menjalin hubungan baik dengan sopir angkot-kami pun bertukar nomor handphone dengan sopir angkot tersebut yang bernama Pak Kerok- hingga kami membuat kesepakatan "Pak Kerok lah yang akan mengantarkan kami ke BNS *tempat wisata pertama yang akan kami kunjungi*". Akhirnya kami pun berhasil tiba di BNS








Di BNS, kami makan di foodcourt, keliling-keliling, memasuki rumah kaca, kembali ke foodcourt melihat pertunjukan air menari, dan memasuki rumah hantu.
Keesokannya, di pagi hari, kami berniat untuk mencari sarapan sekalian jalan-jalan menikmati sejuknya batu malang. Tak sengaja, kami melihat angkot hijau dan tanpa perencaan kami pun menaiki angkot tersebut dan menuju alun-alun Batu malang.









Hari pun semakin siang, kami pun harus kembali ke terminal malang dan menuju stasiun kota malang. Sesampainya di stasiun kota malang, kami pun tak lupa mencicipi bakso khas malang dan bakpao ubi ungu :9




Akhirnya kami pun harus meninggalkan kota malang :') Lumayan lah ya udah manfaatin waktu yang singkat namun mendapatkan pengalaman yang hebat ;;)



The End - See you - Where is the next? :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer