Kamis, 22 April 2010

Masuk SMA :)

Tiga tahun sudah saya belajar di bangku sekolah menengah pertama dan saya pun harus meneruskan ke sekolah menengah pertama.
Ketika itu,saya masih bingung mau melanjutkan sekolah ke SMA mana. Hari itu, guru saya membawa sebuah brosur SMA Plus Negeri 17 Palembang. Saya pun tertarik untuk mengikuti tes masuk SMA itu.
Sepulang sekolah, orang tua saya belum pulang. Jadi, pada malam hari saya berbicara kepada orang tua saya tentang minat saya ingin mengikuti tes itu. Tak percaya, orang tua saya pun setuju.
Keesokan harinya, saya bertanya tentang persyaratan dan bagaimana cara untuk mengikuti tes itu. Guru saya pun memberitahu dan mendukung saya untuk mengikuti tes itu.
Tahap demi tahap saya mengikuti tes itu, hingga tahap terakhir saya. Saat pengumuman tiba, saya tidak datang ke SMA itu untuk melihat pengumuman tetapi orang tua laki-laki saya yang melihatnya. Saat itu, saya sedang berada di sekolah karena ada pelajaran tambahan. Teman laki-laki saya mendapat telepon dari ibunya bahwa dia lulus masuk ke SMA Plus Negeri 17 Palembang. Saya pun menelpon orang tua saya tetapi mereka tidak mengangkatnya. Sepulang sekolah, saya ingin cepat-cepat sampai ke rumah dan melihat pengumuman itu tetapi orang tua saya belum pulang. Hari itu saya ada jadwal kursus bahasa inggris, akhirnya saya pergi ke tempat kursus dengan hati yang masih penasaran. Sesampai di tempat les, saya hanya melihati handphone saya apakah orang tua saya akan menghubungi saya tetapi hasilnya nihil, orang tua saya tidak menghubungi saya :(
Sepulang kursus, saya masih penasaran dan ingin cepat-cepat sampai di rumah dan bertemu orang tua saya tetapi orang tua saya belum juga pulang. Satu jam kemudian orang tua saya baru pulang, saya pun langsung menanyakan pengumuman itu kepada mereka. Awalnya mereka bertanya kepada saya, "Kamu yakin ingin masuk ke SMA ini?" saya pun menjawab dengan tegas, "Saya yakin". Setelah itu, mereka bilang, saya tidak lulus ke SMA itu. Saya tidak bersemangat dan tanpa disadari air mata pun jatuh di pipi saya. Orang tua sata hanya tertawa melihat saya dan berkata, "Kamu lulus nak".
Air mata itu pun hilang dan wajah yang cemberut berubah menjadi wajah yang ceria serta saya pun tersenyum bahagia. Alhamdulillah ya Allah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Entri Populer