Ketika gua masih menjadi siswa, gua gak pernah bisa lepas dari orangtua. Dikit-dikit minta bantuan orangtua. Namun, setelah gua menjadi mahasiswa, gua dituntut untuk lebih mandiri. Yap, tentu saja, karena gua telah memilih untuk tinggal jauh dari orangtua.
Yeah, gua memilih kuliah di Solo, di Universitas Sebelas Maret (UNS) jurusan psikologi, sedangkan orangtua gua tinggal di Palembang. Demi mencapai keinginan gua untuk menjadi seorang psikolog, gua rela tinggal jauh dari orangtua. Gua udah mikir mateng-mateng dan gua telah bulat untuk memutuskan ini.
Tanggal 8 Agustus kemarin, gua udah mulai osmaru atau orientasi mahasiswa baru. Gua mengikuti osmaru selama 3hari. Osmaru itu sendiri dilaksanakan di kampus kentingan selama 2hari dan di kampus mesen selama 1hari. Gua ikutin peraturan osmaru itu, awalnya gua merasa takut. Namun, gua bertekad untuk melawan rasa takut itu. Gua bawa santai aja kegiatan osmaru itu, karna gua yakin gua nggak bakal sakit gara-gara osmaru.
Osmaru di univ gua kebanyakan diisi materi, nggak ada siksaan fisik sedikit pun. Yeah walaupun banyak tugas, namanya juga ospek, pasti banyak tugasnya dong. Gua jalani itu semua tanpa beban, walaupun gua rela-relain tidur cuma 1-2 jam saja. Toh ini dijalanin cuma selama 3hari.
Yap, sampailah pada tanggal 10 Agustus, hari terkhir osmaru. Kata kakak-kakak LOnya, kita bakal seneng-seneng hari ini. Namun, hal itu berbeda seperti yang dibayangkan. Saat angkatan gua mau nampilin pensi, kakak-kakak IC dateng ke aula daaaaaaan *jreng jreng jreng* mereka terlihat sangat marah karena kesalahan yang telah kami lakukan. Ada beberapa kelompok dari angkatan kami mengerjakan tugas kelompok lebih dari jam 10 malem, melebihi batas waktu yang telah diberikan oleh kakak-kakak IC dan LO.
Ketika kakak-kakak IC marah, ada seorang kakak LO yang rela membela kami. Kakak itu sampai meneteskan air matanya, kami pun ikut hanyut dalam keharuan itu. Kami sangat merasa bersalah dan kami bingung harus berbuat apa. Kakak-kakak IC pun meninggalkan aula dan kami pun memutuskan untuk mengirim perwakilan dari angkatan kami untuk meminta maaf kepada kakak-kakak IC tersebut. Akhirnya, kakak-kakak IC pun memaafkan kami. Kami pun pulang dengan rasa keharuan.
Tiga hari telah berlalu, osmaru pun telah usai. Namun, kakak-kakak IC dan LO tetap mengawasi kami, untuk melihat sejauh mana kekompakan dan tanggung jawab angkatan kami. Kami pun semakin menguatkan koordinasi kami dan menyelesaikan tugas-tugas kami, karna suatu waktu kakak-kakak tersebut akan meminta tugas-tugas kami.
Kemudian, gua dan angkatan gua melanjutkan kegiatan-kegiatan kampus lainnya. Gua menikmati perubahan ini, gua menganggap perubahan ini adalah tantangan baru gua dan gua harus bisa menakhlukkan tantangan ini.
Gua pun bertekad, gua harus semangat dan selalu tersenyum dalam melawan tantangan-tantangan yang ada di depan. Dan satu tujuan gua, gua cuma pengen membanggakan kedua orangtua gua ;))
#Miss you mom & dad, Love you both much :*