Rabu, 24 Maret 2010

a small girl

Hari itu adalah hari Kamis, seorang ibu tengah menahan rasa sakit perutnya. Ia telah menjaga janin yang ada di dalam perutnya selama 9 bulan.
Pada hari itu, Kamis, 9 Februari 1995 pukul 6.45 WIB terlahirlah seorang bayi perempuan yang mungil di sebuah rumah sakit di Palembang, Sumatera Selatan.
Seorang bapak mengumandangkan komad di sebelah telinga bayi perempuan itu dan memberinya nama Puspa Fitria yang berarti puspa adalah bunga dan fitria adalah suci, sepasang kekasih ini berharap kelak beyi perempuannya ini menjadi bunga yang suci yang artinya wanita yang sholehah dan pintar.
Setelah dokter yang membantu persalinan ibu itu mengizinkan ibu itu pulang, bayi perempuan itupun dibawa pulang bersama kedua orang tuanya dan kakak laki-lakinya yang telah lahir 2 tahun yang lalu.
Tiga tahun telah berlalu, bayi perempuan itu telah tumbuh dengan kasih sayang orang tuanya menjadi gadis kecil yang lucu.
Saat itu, kakak laki-lakinya telah mengikuti pembelajaran di suatu sekolah yang disebut dengan TK. Gadis kecil itupun ingin mengikuti kakak laki-lakinya pergi ke Tk tersebut. Akhirnya kedua orang tuanya memasukkannya ke TK juga.
Setahun kemudian, kakak laki-lakinya sudah harus melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya, yaitu SD. Karena gadis kecil itu belum cukup umur untuk melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya, SD, maka ia masih harus belajar di TK tersebut. Akhirnya, gadis itu tetap pergi sekolah ke TK tetapi ia ingin ibunya menemaninya di TK tersebut karena ia belum memiliki teman baru.
Ketika bel telah berbunyi, anak-anak TK pun memasuki ruang kelas. Ibunya pun pergi karena harus bekerja. Gadis kecil itu ditemani oleh seorang gadis kecil lain yang bernama Azlina Rahmi. Ia adalah teman gadis kecil itu yang pertama kali ia kenal sejak ia masuk TK tahun ajaran itu. Mereka pun semakin akrab hari demi hari dan menjalin sebuah persahabatan.
Setahun kemudian, mereka melanjutkan sekolah ke jenjang selanjutnya, yaitu SD. Mereka memilih SD yang sama, ternyata Azlina Rahmi yang akrab di panggil Ami itu adalah salah satu anak perempuan dari Ibu Kepala SD itu.
Setelah orang tua gadis kecil itu mendaftarkan dirinya ke SD itu, ia mendapatkan kelas yang sama dengan sahabatnya itu. Mereka menjadi tambah akrab, mereka mendapatkan kelas yang sama selama 4 tahun.
Setelah mereka telah berada di kelas 4 SD, Ami, sahabatnya itu harus pindah sekolah ke SD lain karena ibunya pindah tugas menjadi kepala SD lain. Meskipun sahabatnya telah pindah sekolah dan rumah tetapi mereka masih tetap bersahabat dengan akrab Akhirnya, gadis kecil itu masih tetap semangat mengukir prestasinya.
Dua tahun kemudian, gadis kecil itu menamatkan sekolahnya dan melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya, yaitu SMP.
Gadis itu memilih SMP Negeri sedangkan sahabatnya memilih SMP swasta yang disebut pesantren, pesantren itu terletak di daerah Indra Laya Saka III dimana kakak laki-laki gadis kecil itu melanjutkan sekolah.Karena jarak yang cukup jauh, mereka pun telah jarang berkomunikasi.
Gadis itu berkenalan sama teman-teman barunya di SMP tetapi ada juga teman-teman yang telah ia kenal sejak SD. Ia mendapat banyak teman di SMP itu, ia pun mendapat seorang sahabat lagi yang bernama Nur Intan Lestari atau diakrab dipanggil Intan. Mereka pun bersahabat dengan sangat akrab. Mereka sering bercerita bersama, tak jarang mereka pun pernah mengalami perbedaan pendapat tetapi mereka dapat menyelesaikannya secara kekeluargaan.
Setelah tiga tahun gadis itu menuntut ilmu di jenjang SMP, ia pun menamatkan sekolahnya dan melanjutkan sekolah ke SMA. Sebelum ia mengikuti UN, ia telah diterima di salah satu SMA swasta di Palembang tetapu ia juga telah mengikuti tes di salah satu SMA Negeri Unggulan di Palembang dan ia diterima disana. Ia pun belum puas, ia mengikuti tes di SMA Negeri Unggulan, sekolah ini memberi beasiswa, yang baru dibuka tahun ajaran itu. Tes itu dilaksanakan di asrama haji, ia bertemu teman-teman dari SMP lain yang telah diterima di SMA Negeri Unggulan sebelumnya. Pada sore hari, ia ingin berjalan-jalan di sekitar asrama haji. Ketika ia berjalan ia melihat sesosok gadis yang sudah cukup dikenalinya, ya, gadis itu adalah Ami, sahabat kecilnya, ia pun memanggil Ami dan melepas rindu bersama.
Akhirnya, gadis itu melanjutkan sekolah ke SMA Negeri Unggulan di Palembang, sedangkan sahabatnya melanjutkan ke salah satu SMA Negeri di Palembang.
SMA yang dipilih gadis itu adalah SMA unggulan di Palembang yang memiliki aturan siswanya harus tinggal di asrama selama satu tahun. Gadis itupun jarang berkomunikasi dengan sahabat-sahabatnya, tetapi gadis itu mendapat banyak teman dan sahabat di SMA itu.
Gadis itu masih tetap ceria dan mengukir prestasi untuk membanggakan orang tuanya. Ia berharap ia akan menjadi gadis dewasa yang diharapkan orang tuanya dulu.

Entri Populer